Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penglihatan Yang Mewarnai Kehidupan - Wahyu 10:1-11


Baca Firman TUHAN📖Wahyu 10:1-11 (TB). 

"Dan suara yang telah kudengar dari langit itu, berkata pula kepadaku, katanya: "Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu."Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu."

Wahyu 10:8-9


Penglihatan Yohanes tentang gulungan kitab mirip dengan yang dialami Yehezkiel (lih. Yeh. 3:1-3); gulungan kitab itu dimakan dan manis rasanya di mulut (9). Penglihatan itu menggambarkan peran Yohanes yang menerima penglihatan Tuhan dan memberitakannya, sama seperti tradisi nabi-nabi PL. Pesan Tuhan itu ada dalam diri seorang nabi, dan keluar dari mulutnya (11).


Penglihatan yang dibawa Yohanes menyediakan visi untuk menghadapi penderitaan yang dialami umat Kristen mula-mula. Yohanes melihat suatu peperangan kosmis di balik semua penderitaan itu, dan bahwa naga besar dan pelacur Babel (Why. 12, 13, 17), yang melambangkan kejahatan Imperium Romawi, akan dihancurkan pada akhirnya.


Memang dalam masa hidup Yohanes sendiri, Kekaisaran Romawi terus hidup dan berjaya. Namun, nyatanya pada hari ini banyak orang Kristen terus menghidupi visi Yohanes dan mengambil bagian dalam kesaksian hidup umat yang sudah ditebus oleh Anak Domba, sementara jejak politik Kekaisaran Romawi sudah jadi reruntuhan puing-puing sejarah atau artefak museum.


Memang Yohanes menyingkapkan penglihatan yang menembus realitas kehidupan sehari-hari. Yohanes meyakini adanya peperangan kosmis rohani yang sebenarnya selalu terjadi di latar belakang. Dengan cara ini Yohanes mengajukan pertanyaan: siapakah sebenarnya pemenang dan penguasa dalam hidup ini?


Dari perspektif dunia, jelas si naga besar sudah menghancurkan para martir (saksi). Kekuasaan politik dan militer yang dipamerkan dan disembah oleh dunia sanggup membangkitkan kekaguman. Fakta bahwa naga besar dapat membunuh para martir tanpa ancaman hukuman pun, seolah-olah menjadi bukti final kedahsyatan monster yang bagai Tuhan itu. Bahkan, orang Kristen pun mungkin terpikat dengan sudut pandang ini.


Namun, Yohanes menyajikan perspektif surgawi yang berbeda. Menjadi setia dan menjadi korban si monster bukanlah kekalahan, melainkan kemenangan melawan delusi propaganda si jahat.



1 Petrus 3:17 (TB).

"Menderita karena berbuat baik (sesuai kehendak Allah) lebih baik daripada menderita karena berbuat jahat."


tidak baik menderita karena berbuat jahat selamanya disiksa dineraka kekal,  menderita karena kebenaran karena iman akan nama YESUS didunia tapi hidup kekal disorga itu jauh lebih baik lebih mulia


Matius 5:10 (TB). 

"Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga".

Haleluya, puji nama TUHAN🙏

Joko Prasetyo
Joko Prasetyo Pendiri dan Admin pikirankristen.com

Posting Komentar untuk "Penglihatan Yang Mewarnai Kehidupan - Wahyu 10:1-11"