Jangan Menduakan Sang Raja - Wahyu 17:1-18
Baca Firman TUHAN📖Wahyu 17:1-18 (TB).
"Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."
Wahyu 17:14
Salah satu sistem pemerintahan di dunia adalah kerajaan, yang mana ada satu tokoh yang menjabat sebagai raja, penguasa yang berdaulat mutlak dalam kehidupan rakyatnya. Raja diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi rakyatnya. Syarat apa saja yang menjadikan satu tokoh memiliki kekuasaan yang berdaulat atas hidup kita? Jaminan apa yang dapat kita pegang dari kehidupan manusia yang terbatas?
Wahyu pasal 17 memberikan penyataan mengenai keberadaan Allah sebagai Raja di atas segala raja (14), yang berarti Allah memiliki kekuasaan melebihi penguasa kerajaan dunia mana pun.
Para penguasa kerajaan dunia dilukiskan mendapat kekuasaan mereka dari satu tokoh yang digambarkan dengan wujud pelacur besar yang membagi-bagikan kekuasaan kepada banyak raja (1-2, 8-13). Semarak sang pelacur besar ini akan menarik perhatian banyak orang, yaitu mereka yang terpikat kepada kebesaran dan kekuasaan duniawi (4-6, 15-18). Mereka akan menggunakan kekuatan dan kebesaran mereka untuk membunuh para pengikut Kristus (6). Akan tetapi, sekalipun memiliki banyak kemegahan, mereka tidak akan dapat mengalahkan kekuasaan Anak Domba Allah.
Sejarah Kerajaan Allah berbicara tentang Allah sebagai satu-satunya Raja yang berkuasa, yang kebesaran-Nya tidak dapat dibandingkan ataupun ditandingi. Setiap manusia, sebagai ciptaan, dipanggil untuk menaati Allah, dan menjadikan Allah sebagai satu-satunya Raja yang tidak ada duanya.
Dalam sepuluh hukum Tuhan, tercantum perintah untuk tidak menyembah ilah lain selain Allah (lih. Kel. 20:3). Iman kristiani mengakui keberadaan Allah yang hidup, yang berelasi dengan umat-Nya. Untuk dapat mengalami Allah, mereka perlu memberikan kehidupan mereka kepada Allah, mengakui keterbatasan dan ketidakmampuan mereka, serta menyerahkan masa depan kehidupan mereka ke dalam tangan Tuhan. Yesus Kristus yang adalah Raja di atas segala raja, Tuan di atas segala tuan, layak dimuliakan, disembah, dan tidak boleh diduakan!
Matius 10:37 (TB).
"Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku."
Jika kita mengasihi dunia lebih dari Tuhan, Tuhan tidak berkenan. Apapun yang menjadi prioritas utama, lalu kita lupa Tuhan, itulah berhala modern yg mengantikan posisi Tuhan dihati kita. Jika hal itu terjadi pada kita, kita tidak layak menjadi pengikut Kristus. Layaknya pengikut dunia dan ujungnya kebinasaan kekal. Jgn hidup dlm dosa, Bertobatlah sebelum waktu Tuhan tiba. Perbaiki kehidupan rohani saudaraku, datanglah pada Tuhan minta ampun dan memohon anugerahNya supaya hidup sesuai kehendakNya. Dosa yg tidk dapat diampuni adalah dosa menghujat Roh Kudus dan dosa yg tidak di akui dihadapan Tuhan. Jangan terlena, Tuhan Yesus maha Tahu. Tuhan mau, kita harus mengisihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, raga, kekuatan akal budi dan mengasihi sesama. Kita harus taat semuanya untuk kemuliaan Tuhan,
Amin, puji TUHAN🙏
Posting Komentar untuk "Jangan Menduakan Sang Raja - Wahyu 17:1-18"