Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjadi Panutan Iman - 3 Yohanes 1:1-4

Baca Firman TUHAN📖3 Yohanes 1:1-4 (TB). 

"Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran,oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya. Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

2 Yohanes 1:1-3


Iman Kristen bukanlah sekadar teori atau ide abstrak, melainkan hidup secara konkret dalam sosok yang dapat disebut namanya. Dalam perikop kita, nama itu adalah Gayus (1). Gayus dilaporkan hidup dalam kebenaran (3). Kata kebenaran dalam surat-surat Yohanes adalah cara unik Yohanes untuk mengacu kepada Yesus.


Kita mungkin tergoda memaknai Kekristenan sebagai seperangkat doktrin atau ritual. Mungkin karena ritual dan doktrin mudah dijinakkan di atas secarik kertas. Surat 3 Yohanes menggambarkan iman yang dihidupi pribadi-pribadi yang berelasi. Gayus hidup dalam relasi kasih dengan penatua, dengan orang-orang yang menyaksikan dan menceritakan kehidupannya kepada penatua.


"Hidup dalam kebenaran" berpadanan makna dengan "berjalan dalam kebenaran" dalam bahasa aslinya. Istilah tersebut menunjukkan sikap iman yang aktif dan konkret dalam hidup Gayus. Sikap imannya nyata disaksikan oleh para sahabatnya dan membangkitkan sukacita dalam diri penatua. Sikap iman seperti Gayus memang berpotensi konflik dan penuh gesekan. Namun, Gayus tak berteori. Ia beriman secara konkret, menghadapi segala tantangan, bahaya, dan risikonya.


Memang benar yang dikatakan penulis Alkitab, "... hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan" ( 2Kor. 3:6). Iman tak boleh hanya menjadi doktrin atau ritual, melainkan harus berdenyut aktif dalam kehidupan. Iman tak bisa hanya menjadi aturan dan larangan, namun harus dihidupi dalam kasih dan kebenaran, menjadi perbuatan nyata yang dihidupkan oleh Roh.


Ketika seseorang bersentuhan dengan gereja, bukanlah teori atau kehebatan intelektual yang membawanya kepada Kristus, melainkan perhatian, kemurahan, dan kasih dari orang seperti Gayus. Jadi, hanya jika hidup kita sebagai pengikut Kristus memancarkan kasih Kristus, barulah orang-orang yang bersentuhan dengan gereja atau komunitas Kristen akan merasakan kasih Allah yang sejati.


  1 Korintus 13:13 "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih" ini menekankan bahwa ketiganya kekal, namun kasih adalah yang terutama. "

Kasih Tuhan mengasihi orang berdosa tapi Tuhan tidak mengasihi dosa, kasih Tuhan membenci dosa dalam kasih tidak ada dosa dan kejahatan


Mari kita menjadi orang-orang yang memanifestasikan kasih, sehingga kebenaran Allah ada di tengah kita.

Amin, puji TUHAN🙏

Joko Prasetyo
Joko Prasetyo Pendiri dan Admin pikirankristen.com

Posting Komentar untuk "Menjadi Panutan Iman - 3 Yohanes 1:1-4"